Karkuzari – Asbab Khuruj 40 Hari dan Khidmat, Hancur Amarah

Karkuzari(laporan) ini seperti mana yang terdapat di dalam bayan masyaikh (ulama) di Ijtima’ Ancol 2007.

Pembayan mengatakan;

“Hadirin yang mulia, agama yang sempurna belum ada di dalam kehidupan kita. Agama yang sempurna ini akan datang dengan perantaraan usaha. Mereka yang keluar di jalan Allah SWT dan semua orang yang berkumpul di sini atas maksud agama dan semua umat (hanya Allah SWT yang tahu berapa jumlahnya), hendaklah berusaha bagaimana Yakin (iman) ada dalam hati dan meyakini dengan agama sahaja memberi kebahagiaan di dunia dan akhirat. Agama ini meliputi semua bahagian di dalam kehidupan.

Kita keluar di jalan Allah untuk melatih diri. Sunnah yang sudah lama ditinggalkan, kita latih tatkala semasa keluar di jalan Allah. Banyak sunnah-sunnah yang belum ada di dalam diri hingga menyebabkan timbul perasaan takut dan keberatan untuk mendengar dan mengamalkannya. Bukan setakat itu sahaja, bahkan ada yang merendah-rendahkan dan menghina amalan sunnah. Maka tatkala orang keluar di jalan Allah SWT dengan tanpa dorongan dan arahan sesiapa, asbab suasana yang baik, maka dia ada kekuatan untuk mengamalkan sunnah. Salah satu daripada ribuan hikmah adalah supaya mereka yang keluar di jalan Allah boleh mengamalkan agama dengan berada di tengah persekitaran suasana agama.

Tatkala orang yang keluar di jalan Allah SWT, maka dia akan mendapatkan latihan ini. Sehingga semua amal dilakukan sesuai dengan amalan agama. Sekiranya jemaah yang keluar di jalan Allah SWT berusaha mengikuti tertib yang dikehendaki, maka akan mendapat kesan yang sangat besar dan bermanfaat. Mereka pulang setelah keluar di jalan Allah SWT dengan perubahan di dalam kehidupan. Sehingga orang lain yang melihat daripada kejauhan akan mengatakan, “dia sudah berubah”. Cara kehidupannya benar-benar ada perubahan.

Ada orang yang sangat pemarah. Isterinya menyiapkan makanan dan menghidangkan di hadapan suaminya. Apabila suaminya merasa makanan itu terlebih garam, maka dia campakkan makanan itu dan dia katakan kepada isterinya, “Kenapa masukkan banyak garam di dalam makanan ini, tidak dirasa terlebih dahulu?”. Apabila sahaja makanan yang dimakannya itu tidak sesuai dengan seleranya, maka akan dicampakkan makanan itu. Sangat pemarah sekali sehingga isterinya ketakutan. Maka setiap hari isterinya memasak dengan ketakutan dan susah payah. Makanan dihidangkan di depan suaminya dengan perasaan takut dan khuatir.

Dengan taufik Allah SWT, dia keluar di jalan Allah selama 40 hari. Maka tatkala keluar 40 hari ini, beberapa kali dia diberikan tugasan sebagai khidmat (menyediakan makanan untuk jemaah). Dia juga duduk di dalam muzakarah adab makan. Di antara pengisian dalam muzakarah adab makan tersebut ialah makanan adalah daripada rahmat dan sudah ditentukan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW sentiasa makan makanan dengan duduk di bawah (lantai, atas tanah). Makan makanan sebagaimana seorang hamba sahaya.

Baca Selanjutnya Di Sini »

June 14, 2010  Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,   Posted in: Bayan umum  Komen Di Sini

Usaha atas iman, penyelesai masalah

  • Tiada yang berkuasa melainkan Allah.
  • Selain daripada Allah, makhluk semua langsung tak boleh beri manfaat atau pun mudharat.
  • Allah yang Maha Pencipta dan Pentadbir. Tadbir Allah meliputi segala-galanya. Tiada yang tersembunyi walau sedikit pun.
  • Apa jua yang berlaku, bukan sekadar kebetulan. Tidak ada istilah kebetulan dalam setiap ciptaan Allah SWT.

Baca Selanjutnya Di Sini »

March 21, 2010  Tags: , , , , , , , , ,   Posted in: Bayan umum  One Comment

Maksud Hidup dan Keperluan Hidup

Minggu Maulidur Rasul ini marilah kita imbau kembali akan maksud kita dihidupkan di mukabumi Allah ini.

Allah swt menciptakan seluruh makhluk yang ada pada 7 lapisan langit dan 7 lapisan bumi, serta yang berada di antara langit dan bumi. Dari makhluk yang terdahulu sampailah saat ini. Manusia dihadirkan di dunia ini mempunyai maksud dan tujuan. Manusia membuat sesuatu dan menginginkan manfaat dari apa yang dia buat, dan akan kesulitan melaksanakan suatu perintah tanpa ada contohnya, maka Allah swt memberikan conth siapa yang berjaya dan siapa yang gagal. Allah swt memberikan contoh bukan hanya seorang tetatpi beribu-ribu, dan dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Sejak zaman NAbi Adam as sampai Khatamun nabuyyin, Rasulullah saw. Orang orang yang berjaya adalah para Nabi as dan orang yang gagal adalah orang yang menentang Nabinya. Apabila manusia tidsak mengetahui maksud dan tujuan hiduonya, maka cara hidupnya pun akan salah. Orang yang tersesat dalam perjalanan namun dia mengetahui tujuannya, maka suatu masa nanti dia akan tahu arah yang seharusnya dituju. Tetapi orang yang sama sekali tidak tahu (tidak ingin memahami) tujuan hidupnya, akan sulitlah dia untuk sampai ke tempat tujuannya.

Maksud dan tujuan Allah swt menciptakan manusia adalah untuk beribadah sebagaimana firmanNya yang bermaksud “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Aku.” (QS adz- dzariyat: 56)

Bukan hanya manusia tetapi seluruh makhluk di muka bumi ini beribadah menurut caranya masing-masing seperti yang disunnahkan oleh Allah swt sebagaimana firmanNya yang bermaksud, “Apakah kamu tidak mengetahui bahawasanya bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan di bumi? Begitu juga bertasbih burung-burung yang terbang di udara. Masing-masing mengetahui cara ia solat dan bertasbih. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan (QS an Nur: 41)

Ibadahnya matahari iaitu dengan bergerak setiap hari dari timur ke barat, ibadahnya air iaitu sentiasa mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Apabila matahari tidak lagi terbit ataupun terbit tetapi berlawanan dengan sunnatullah, terbit dari timur atau sebaliknya, air tidak lagi mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, maka Allah swt akan menghancurkan bumi ini. Seekor burung bertasbih sehingga mendapat rezeki, keluar mencari makan di waktu pagi dengan perut kosong, pulang pada senja hari dengan perut berisi. Jika dia tidak bertasbih maka rezekinya akan tiada dan akan dimatikan oleh Allah swt. Seekor kupu-kupu dari seekor ulat yang berzikir di dalam kepompongnya sampai menjadi kupu-kupu, sehingga manusia suka dengan kecantikkannya. Seandainya dia tidak beribadah, tidak mahu menjadi kepompong maka Allah swt tidak mengizinkannya untuk hidup menjadi kupu-kupu. Seekor labah-labah yang makanannya adalah serangga yang berterbangan padahal ia tidak boleh terbang, tetapi Allah swt memerintahkannnya membuat sarang lalu berzikir di tengahnya dan Allah swt mengirimkan serangga terbang menuju ke sarangnya untuk makanan si labah-labah.

Baca Selanjutnya Di Sini »

February 23, 2010  Tags: , , , , , , , , , , , , ,   Posted in: Bebas  One Comment

Anjing yang dimuliakan…

  • Hamba yang paling dicintai Allah SWT adalah hamba yang paling cinta kepada ‘keluarga’-Nya, iaitu seluruh makhluk-Nya.
  • Manusia akan merasakan rugi jika tidak ada iman.
  • Harta dan diri hendaklah senantiasa digunakan untuk buat usaha atas iman.
  • Pemuda Ashabul kahfi keluar dari rumah semata-mata untuk selamatkan iman, maka Allah telah bantu, bentangkan rahmat walau di tempat sempit (gua). Walau tiada makanan, tapi tidak lapar.
  • Bahkan anjing mereka (yang hanya nusroh(bantu) mereka) pun dimuliakan.
  • Seharusnya haiwan tidak masuk surga, tapi nanti, anjing Ashabul Kahfi ini akan dimasukkan surga, dan diubah oleh Allah menjadi manusia.
  • Apatah lagi jika kepergian seseorang keluar rumah untuk dakwah fiisabilillah, tidak hanya untuk selamatkan iman dirinya sendiri, tapi untuk memperjuangkan dan menyebarkan iman kepada seluruh manusia, tentunya dikasihi Allah.
  • Sedangkan anjing yang hanya nusroh (membantu pemuda Ashabul Kahfi) saja pun akan diberi rahmat dan dihilangkan sifat haiwani dari dirinya. Bayangkanlah apa yang akan diberikan Allah kepada orang yang khuruj (keluar berdakwah) itu sendiri.

February 21, 2010  Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,   Posted in: Bayan Maulana Ahmad Lat  One Comment

Dalam dakwah ada ketenangan!

  • Dalam keletihan dan pengorbanan amal, ada pahala dan ketenangan dari Allah SWT.
  • Puasa menyebabkan lapar, berhaji menyebabkan letih, tapi mereka diberi ketenangan oleh Allah SWT.
  • Nampak zahir mereka sengsara, tapi hakikatnya mereka kuat dan sihat di mata Allah SWT.
  • Akan tetapi, tanpa da’wah, pertolongan Allah tidak datang.
  • Semua kesusahan dalam ibadah tidak mendatangkan pertolongan Allah SWT, walaupun dengan berdo’a dan istighotsah, jika tidak ada da’wah maka pertolongan Alloh SWT tidak akan datang.
  • Untuk taat kepada Allah SWT, zahirnya ada kesusahan dan keletihan, tapi hakikatnya Allah SWT memberi ketenangan.
  • Seperti orang makan sambal, zahirnya kepedasan, keringatan, kepanasan, tapi yang makan sambal, sedap tidak terhingga, mahu tambah lagi dan lagi.
  • Begitu juga ahli dunia melihat ahli da’wah sengsara dalam usaha agama, tapi mereka sendiri senantiasa bersyukur, Allah SWT beri ketenangan dalam kehidupannya.

February 17, 2010  Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,   Posted in: Bayan Maulana Ismail  One Comment

Usaha agama adalah keistimewaan ummat Muhammad SAW

Pesanan Maulana Ihsan

  • Allah SWT beri agama dan usaha atas agama, untuk menghindarkan manusia dari tersiksa selama-lamanya di dalam neraka.
  • Nabi Muhammad SAW dilebihkan dari nabi-nabi terdahulu, hal ini telah tercantum dalam kitab-kitab terdahulu. Wajah Nabi SAW itu lebih terang daripada bulan purnama.
  • Umat Muhammad SAW juga dilebihkan dari umat-umat terdahulu, karena umat ini diberi 2 keistimewaan, yaitu untuk ibadah dan untuk mengambil kerja Nabi.
  • Umur nabi-nabi terdahulu panjang akan tetapi usahanya lokal dan berjangka. Umur Nabi Muhammad SAW pendek, tapi usahanya kekal sampai kiamat, dikarenakan umatnya dilibatkan.
  • Hari pertama kenabian, Muhammad SAW langsung melibatkan orang tua, wanita dan anak-anak/pemuda.
  • Para sahabat telah memahami akan tanggung jawab ini, dan mereka menggunakan 100% hidup mereka untuk agama.
  • Tapi hari ini kita habis-habisan untuk perkara dunia, sehingga kita menjadi budak orang kafir.

Baca Selanjutnya Di Sini »

February 11, 2010  Tags: , , , , , , , , , , , ,   Posted in: Bayan Maulana Ihsan  One Comment

Ijtimak sebagai asbab hidayah

Point – point penting, nasihat dan pesan Maulana semasa di Ijtima’ Tonggi (29/01 ~ 01/02 2009)

Pesanan Maulana Syamim

Amalan haji adalah ijtima umat islam terbesar dan kewajiban hanya sekali saja. Jika berhaji dengan betul, akan jadi wali Allah. Jika niat berhaji tak betul, haji tanpa kesan, akan dilempar balik seperti kain kotor yang dilemparkan. Begitupun ijtima, jika datang dengan niat baik, maka satu ijtima cukup membuat cinta kepada Allah SWT. Satu ijtima yang betul cukup bagi Allah SWT untuk membuat keputusan memberi hidayah untuk seluruh alam.
Ijitima bukan untuk menghimpun manusia sebanyak-banyaknya, tapi untuk mengumpulkan dua usaha, sebelum ijtima (ruh ijtima), setelah ijtima (perhiasan ijtima).

Usaha sebelum ijtima adalah menjumpai setiap orang islam agar hatinya berpaling dari selain Allah kepada Allah SWT sehingga ada kemanisan untuk ta’at. Dikarenakan adanya pengorbanan orang-orang sebelum ijtima, maka yang hadir di ijtima mendapat hidayah, dan hidayah juga akan tersebar ke seluruh alam. Usaha dalam ijtima adalah agar setiap orang terlibat dalam amal ijtimai dan infirodi. Semakin terjaga amalan, maka semakin cepat turunnya hidayah. Hidayah ada 2 tahap : untuk diri sendiri dan asbab hidayah untuk orang lain. Untuk menjadi asbab hidayah maka niatkan untuk bergaul dengan semua orang dari semua negara, kita merasa sebagai satu umat, hilangkan ashabiyah. Ashabiyah ini sangat dibenci Allah dan menyebabkan tertolaknya amal seseorang.

Untuk menghilangkan ashobiyah : Allah SWT perintahkan ibadah haji, shalat dan shaum. Dalam haji diperintahkan untuk menyebarkan salam (untuk menghilangkan sifat sombong, merasa sebagai penanggung jawab. Sehingga Nabi SAW selalu mendahului dalam memberi salam, tidak pernah didahului oleh sahabat), bersikap lemah lembut, dan suka memberi makanan (jangan menunggu untuk diikrom, tapi beri ikrom untuk satukan hati).

Baca Selanjutnya Di Sini »

February 10, 2010  Tags: , , , , , , , , , , ,   Posted in: Bayan Maulana Syamim  One Comment

Bayan Maghrib Maulana Saad

Bayan Maghrib : Maulana Saad
Tarikh : 30/01/2000

Manusia adalah sebaik-baik ciptaan Allah s.w.t dan mempunyai kelebihan. Manusia merupakan asbab hidayah untuk yang lain. Manusia adalah untuk manusia yang lain. Segala macam boleh dikerjakan oleh manusia. Manusia dijadikan untuk kepentingan manusia. Kita menganggap bahawa manusia boleh melakukan segala sesuatu. Manusia tidak bebas dalam perbuatannya. Manusia dikirimkan ke dunia ini untuk maksud yang tertentu. Bukan untuk kepentingan dirinya sahaja. Semua ciptaan Allah s.w.t, selain manusia, tidak diberi satu tanggungjawab pun tetapi manusia dicipta oleh Allah s.w.t untuk kepentingan sesama manusia. Manusia ini diciptakan oleh Allah s.w.t untuk kepentingan umat manusia, sebagai pembawa hidayah daripada Allah s.w.t dan boleh jadi asbab-asbab hidayah untuk yang lainnya. Bukan untuk diri sendiri sahaja.

Kita tahu maksud kejadian sesuatu benda, samada digunakan untuk diri dia sendiri atau digunakan oleh orang lain dengan cara yang salah yang mana ia akan menghapuskan maksud kejadian perkara itu. Kalaulah benda itu digunakan untuk maksud lain daripada maksud ia diadakan, maka tidak akan dapat faedah daripada benda itu. Benda itu sendiri akan hilang, akan binasa. Mana-mana benda yang dijadikan untuk maksud-maksud yang tertentu kalau digunakan untuk maksud itu, baru ia akan dapat manafaat. Kalau digunakan untuk maksud yang lain, maka benda itu sendiri akan hilang, akan binasa.

Manusia dijadikan oleh Allah s.w.t dengan satu tujuan yang besar dan diberi kemampuan yang besar oleh Allah s.w.t. Kalau manusia ini terpesong daripada ibadat, daripada dakwah, digunakan untuk benda-benda, maka nilai benda-benda akan meningkat. Sebaliknya kedudukan manusia akan hilang. Sekarang ini manusia telah terpesong dari usaha nabi-nabi. Mereka telah usaha atas benda-benda sehingga mereka telah yakin terhadap benda-benda. Sekarang ini, usaha atas Islam sendiri tidak ada, telah hilang. Manusia telah diberi satu kerja dan kerja itu telah diengkar oleh manusia sendiri. Bila manusia digunakan bukan untuk usaha atas manusia, maka yakin manusia telah rosak. Apabila usaha manusia rosak, maka yakin juga akan rosak.

Usaha dilakukan oleh manusia dan manusia yakin bahawa dia akan berjaya dengan usahanya. Dia telah tetapkan usaha tertentu. Usaha sebenarnya untuk manusia telah diberitahu oleh Allah s.w.t. Allah kata, “Kamu adalah sebaik-baik umat”. Umat ini bukan untuk jadi kerajaan, bukan untuk jadi pegawai, umat ini bukan untuk perniagaan. Umat ini diketahui tujuan maksud oleh penjadinya sendiri. Dialah yang tahu apa yang diciptakan. Apabila manusia ini terpesong daripada jalan nabi-nabi, buat usaha atas benda-benda, maka bermulalah kerosakan aqidahnya. Mula masuk cinta dunia kepadanya dan mula hilang ibadat daripadanya. Kerugiannya, kebinasaannya, lahir daripada perkara ini iaitu bila dia tukar usahanya. Oleh kerana itu, perkara pertama, tanpa perkara ini, manusia tidak akan betul.

Sekarang ini, peniaga dengan perniagaannya, petani dengan pertaniannya, pemerintah dengan pemerintahannya, apa sahaja usaha yang sedang mereka lakukan dan mereka telah yakin dengan usaha-usaha mereka sehingga begitu sekali mereka yakin kepada usaha mereka, mereka tidak yakin dengan usaha orang lain. Semua kerja tersebut bukan kerja umat ini. Kerja umat ini adalah untuk seru manusia kepada Allah s.w.t, ajak manusia kepada perintah Allah s.w.t, menghalang umat daripada perkara-perkara yang dilarang oleh Allah s.w.t. Inilah kerja umat ini. Dengan kerja inilah insaniah, kemanusiaan, sifat-sifat kemanusiaan akan kekal dalam ummah.

Yang mengetahui tujuan satu-satu benda adalah penciptanya. Pencipta satu-satu benda lebih tahu tujuan satu-satu benda itu diciptakan. Sekiranya benda tadi digunakan selain daripada tujuan pencipta menciptakannya, maka, pertama, manafaat tidak akan dapat daripada benda tersebut, kedua, benda itu sendiri akan rosak. Allah s.w.t yang menciptakan manusia ini. Dia lebih faham, Dia lebih tahu dengan ciptaanNya dan maksud ciptaanNya. Allah s.w.t telah terangkan maksud kejadian umat ini, iaitu “takmurunabil makruf, fi watan hau naanil munkar”.
Sekiranya manusia buat usaha atas benda lain, maka manusia sendiri akan rosak dan manafaat tidak akan dapat daripada manusia. Sekarang ini, manusia telah jadikan segala usaha-usaha sebagai tujuan mereka, sebagai usaha mereka. Peniaga telah usaha atas perniagaan, pekebun telah usaha atas kebun, pekilang telah usaha atas perkilangan, semua jenis usaha masing-masing telah buat, hasil daripada usaha akan datang keyakinan. Sekarang ini usaha atas benda-benda ini telah begitu hebat sehingga masing-masing telah yakin dengan usaha masing-masing, dia akan dapat kejayaan. Begitu sekali keyakinan mereka sehingga mereka sudah tolak usaha yang lain. Peniaga yakin bahawa dengan perniagaanlah mereka akan berjaya dan mereka tidak yakin lagi bahawa dengan pertanianlah akan berjaya. Demikian juga dengan petani, telah yakin bahawa dengan pertanianlah mereka akan berjaya dan petani tidak yakin lagi bahawa dengan perniagaan akan berjaya. Masing-masing sudah tidak yakin antara satu sama lain kerana usaha mereka begitu rupa. Jadi, sepatutnya usaha yang di….kan adalah usaha untuk bina manusia sendiri.

Oleh kerana semua usaha-usaha tadi adalah untuk bina benda, bukan untuk bina manusia, pertanian, perniagaan, perkilangan, semuanya usaha untuk bina benda, maka hasil daripada usaha yang dilakukan, benda-benda naik mutunya, naik nilainya, tetapi manusia sendiri telah rosak. Manafaat yang sebenarnya yang sepatutnya didapati dari manusia, tidak dapat lagi kerana manusia telah ubah jalan usahanya. Tidak semua usaha yang dilakukan akan diterima oleh Allah s.w.t, tidak semua usaha akan diberi ganjaran oleh Allah s.w.t. Tidak semua usaha dijanjikan hidayat oleh Allah s.w.t. Tidak semestinya manusia buat mana-mana usaha, mesti dapat hidayat. Mana-mana usaha tidak semestinya akan dapat jalan yang lurus, mana-mana manusia buat mujahadah, buat usaha atas satu-satu perkara maka jalan itu akan terbuka/terbentang di depannya. Jalan-jalan yang mana dilakukan mujahadah, diusahakan, maka jalan itu akan terbuka di depannya, tetapi tidak semestinya mana-mana usaha dilakukan terus dapat hidayat daripada Allah s.w.t.

Jalan untuk dapat hidayat ditentukan oleh Allah s.w.t hanya dengan jalan nabi-nabi. Ini telah ditentukan oleh Allah s.w.t. Sebanyak mana kita mujahadah dalam jalan nabi-nabi, sebanyak itulah kita akan dapat hidayah. Mana-mana usaha lain, tidak akan dihiraukan oleh Allah s.w.t. Siapa-siapa yang pilih jalan lain daripada Islam, sekali-kali tidak akan diterima oleh Allah s.w.t. Allah s.w.t tidak akan terima daripadanya. Sesiapa yang terpesong daripada jalan nabi-nabi, maka akan terpesong daripada medan usaha nabi-nabi. Selain daripada usaha nabi, semua usaha yang lain, adalah usaha dunia, usaha atas benda-benda.

Baca Selanjutnya Di Sini »

February 9, 2010  Tags: , , , , , , , , , ,   Posted in: Bayan Maulana Saad  Komen Di Sini

Fardhu mengatasi yang sunat

  • Kedudukan fardhu adalah terlalu tinggi daripada sunat.
  • Bahkan harus kita faham bahawa tujuan sunat adalah untuk kesempurnaan fardhu yang digantikan dengannya apabila didapati kekurangan di dalamnya.
  • Kesimpulannya fardhu adalah perkara yang asli dan merupakan matlamat.
  • Amalan sunat adalah dibawahnya dan juga untuk mengelokkannya.

Baca Selanjutnya Di Sini »

February 5, 2010  Tags: , , , , , , , , , ,   Posted in: Bayan Maulana Ilyas  Komen Di Sini

Tujuan sebenar tariqat

  • Tujuan yang khas yang menuju ke arah matlamat tariqat (cara tasauf) adalah ;
    1. agar tabiat menjadi sesuai dengan perintah-perintah dan hukum-hakam Allah, dan
    2. kebencian kita terhadap larangan-larangan Allah.

  • Yakni mewujudkan satu semangat kaifiat dalam diri sendiri, ;
    1. supaya merasai kelazatan semasa menunaikan perintah-perintah dan hukum-hakam Allah
    2. dan merasai kesusahan jika mendekati larangan-laranganNya.

    Baca Selanjutnya Di Sini »

February 5, 2010  Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,   Posted in: Uncategorized  Komen Di Sini